Thursday, 8 March 2018

Connection Between You and Universe | Teori Kehidupan No.2

"When our life is disconnected with the universe, horizontally-vertically, that is the moment where you get lost" - Renita

Beberapa hari lalu gue mem-posting blog tentang Cable of Life, yang mana koneksi antara gue dengan alam semesta sedang menjadi fokus gue saat ini. Kenapa? Karena muncul pertanyaan di benak gue seketika, kenapa terkadang gue bisa melakukan kesalahan, kenapa terkadang gue bisa melakukannya berulang kali, kenapa gue pernah merasa tidak cukup?  Dan lain-lain. Padahal gue tahu, gue bukan orang yang ngelakuin hal-hal aneh. Sampai akhirnya gue sadar, gue tidak pernah benar-benar terkoneksi dengan alam. Karena kalau gue memiliki koneksi yang benar dan seimbang antara koneksi horizontal dan koneksi vertikal, gue akan menemukan formula, tidak hanya bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan dan melakukan kebaikan, tetapi bagaimana cara me-maintain itu semua. Sadar atau tidak sadar, ini yang belum semua orang memiliki kesadaran itu. 

Lalu bagaimana caranya me-mantain atau menjaga koneksi itu? Gue sendiri belum menemukan formula saklek-nya. Tapi yang jelas sekecil apapun hal yang bisa bikin gue selalu ingat dengan eternal happiness and kindness, akan gue lakukan. Beberapa hal yang gue lakukan belakangan ini: 

1. Ibadah. Yang pasti ini adalah untuk mengunci dan menjaga koneksi kita dengan Sang Pencipta. Apapun agama kalian, gue yakin, ibadah itu adalah tiang agama. Seperti dalam Islam, yang mana semua orang Islam gue yakin pasti sudah mendengar istilah ini sejak dia, mungkin, masuk TPA atau madrasah di sekolah dasar dulu. Berat? Untuk yang nggak sadar kebutuhannya, pasti berat. Tapi setelah gue benar-benar menemukan esensi ibadah, nggak hanya menjalankannya karena kewajiban semata, pada akhirnya gue menjalankannya lebih seperti kebutuhan gue sehari-hari, yang mana gue tidak luput dari kesalahan, maka gue butuh ibadah itu untuk meringankan dosa-dosa gue setidaknya. Allahu alam, kalau Allah menerima permohonan ampun gue untuk menghapus dosa-dosa gue yang mungkin tidak sengaja gue lakukan hari itu, Alhamdulillah (segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam). Lalu selanjutnya, gue bersyukur karena dalam Islam kami diwajibkan melakukan ibadah 5x dalam sehari, yang mana, gue sadar sekarang, itu adalah bentuk reward dari Allah supaya kita tidak terlalu lelah bekerja mencari harta dunia. Dikasih waktu istirahat, napas, dengan melakukan Sholat, bonusnya harta akhirat. 

2. Being in the middle if it is related into horizontal connection. Apa yang dimaksud dengan "being int he middle"? Maksudnya adalah contoh, terkadang isolating diri dari lingkungan yang tidak mendukung perubahan baik pada diri kita, it's okay, atau memerangi orang-orang yang memerangi kita, tetapi bukan berarti kita tidak perlu merasa terpanggil untuk transmitting our positive energy to our negative environment with positive attitude. Selalu ada porsinya masing-masing, dan bahkan teori ini sudah diatur pula dalam Islam melalui Al-Qur'an: "dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Al-Baqarah (2): 190)

Jadi ini adalah dua hal besar dalam hidup gue sebagai pegangan atau teori gue untuk mencari eternal happiness and kindness. 

Dikasih kesempatan dan amanah besar oleh Tuhan untuk gue, yang pertama mengemban responsibility besar dalam perusahaan startup, mendapatkan kepercayaan untuk tetap mengajar adik-adik didikku sepulang kerja, meskipun lelah melanda sekujur badan, tetapi tak pernah ada celah untukku tidak merasa bahagia. Dipercaya dan dekat dengan orang-orang yang luar biasa menginspirasi, mendidik, mengingatkan hal-hal baik, menjadi tambahan anugerah yang tak pantas jika gue tidak menjalankan apa yang diinginkan oleh Tuhan gue. 

Dan ini sebuah bukti bahwa gue, meskipun seorang perempuan, gue punya kemampuan untuk breaking the limit sesuai porsi gue sebagai perempuan. Gue memiliki hak untuk tumbuh, untuk mencari ilmu, untuk mencari kebahagiaan dengan cara yang benar dan tidak merugikan orang lain. Karena perempuan sejatinya mereka memiliki kekuatannya masing-masing dan sesuai porsinya, maka perempuan juga memiliki hak sama seperti laki-laki memiliki haknya. 

Di hari Women International Day ini, gue mendukung semua para perempuan di belahan dunia manapun, I fully support all women on this whole earth, to stand up together, hand-in-hand, raising our rights to study formally-informally, to get knowledge as man do, to innovate even invent something as man also do, to earn as man also can earn, to be a leader in the society, etc without decreasing our responsibility as women, which we exist to balance men

Dan di hari spesial untuk para wanita di belahan bumi ini, pagi ini gue mendapatkan sebuah bentuk hadiah, motivasi, that really means a lot for me, meskipun gue mikir berulang kali, apakah gue pantas mendapatkan itu. But deeply thanks to my dearest friend, Joel Jonathan Samallo, who'd given me a credit which I never knew what I have done for him and his surrounding. But here I take it as a motivation, to not stopping what I don't need to stop and keep asking why I do what I do. 

Happy Women International Day. 


No comments:

Post a Comment