Monday, 29 May 2017

Hidup itu tentang cinta
Kalau tidak ada cinta, matilah sudah hidup kita
Tak ada hasrat, tak ada motivasi, tak ada kemanusiaan, tak ada kedamaian
Cinta itu ibarat pupuk
Kita pupuki, kita taburi hidup kita dengan cinta
Kita sirami setiap hari dengan pikiran yang sejuk, hati yang bersih 
Pastinya akan ada bunga indah yang dapat kita petik
Bunga-bunga itu adalah hidup jadi lebih sehat, lebih sabar, lebih positif, happy
Yang lain-lainnya itu adalah bonus. 

Tapi pada hakikatnya, manusia itu ingin diapresiasi. 
Ketika kita mencintai, selalu ada pengharapan untuk kembali dicintai. 
Tapi buatku, itu adalah bonus atau hasil ketika aku sudah memberikan cinta tanpa pamrih.
Tulus. 
Ketika aku mencintai seseorang, aku mencintainya karena dia patut untuk dicintai. 
Karena aku mencintai seseorang yang membuat aku lebih mencintai diri aku sendiri, bukan malah sebaliknya, memperosokkan diri ku pada jurang ketidak bahagiaan. 
Aku selalu setting mindset ku bahwa ketika seseorang yang aku cintai itu sudah tidak lagi baik untuk kesehatan dan kebahagiaan ku, berarti tak perlu lagi aku menumbuhkan perasaan lebih pada dirinya. Cukup mencintainya, hanya mencintainya tanpa melukai diriku sendiri, karena aku mencintainya. Aku ingin ia bisa menjadi yang lebih baik di luar sana. Itulah bukti cinta tulusku. 
Jadi aku selalu berusaha seminimal mungkin memiliki rasa patah hati. Patah hati akan membawa ku pada dengki, dan aku tidak mau jadi hilang kasih sayang dari Tuhan yang telah menciptakan rasa cinta ini padaku. Jadi aku lebih memilih untuk mengembalikan rasa cinta itu pada Tuhan. Biar Tuhan yang memutuskan yang terbaik untukku. Aku hanya menjalani apa yang diberikan sebaik-baiknya. 

Jadi ladies, tetaplah mencintai orang-orang yang patut kau cintai. Bukan berarti ketika kau telah menyembuhkan sayap yang pernah luka, lalu dia meninggalkan mu terbang ketika kau justru dalam keadaan membutuhkannya, lalu kau tidak bisa menolong sayap-sayap lainnya. 

Wednesday, 24 May 2017

Once Question To Yourself

Life is like a circle without end
But actually it is not
That is why God sometimes pulls you out of the circle 
Move you to new circle
And so on

Pernah tidak kalian bertanya pada diri kalian sendiri, mengapa kita dipilih untuk dilahirkan di dunia yang tidak melulu manis, tidak melulu bahagia, tidak melulu lurus tanpa sandungan. Mengapa bukan sperma lain yang menang menembus ovum yang berada di rahim Ibu kita, mengapa harus kita? Tidak apa-apa jika kalian pernah mempertanyakan hal ini pada diri kalian sendiri. Mungkin kalian sedang dalam proses untuk mencari esensi dari kehidupan kalian. Mungkin kalian penasaran, apa yang harus kalian perbuat di dunia ini agar kemenangan kalian sejak butir sperma itu menembus ovum itu dan jadilah dirimu, setidaknya berarti dan memiliki tujuan.

Tuhan memilihmu bukan karena kamu tidak mampu. Logikanya, jutaan sperma mencoba untuk menang namun kita semua disini yang bernapas sudah ditakdirkan oleh Tuhan bahwa kitalah yang terkuat diantara jutaan lainnya. Lalu ketika lahir ke dunia, kita tumbuh dewasa, problema kehidupan mulai terasa, pilihan-pilihan semakin terlihat jelas di depan mata, bingung harus mengambil jalan yang mana. Ketika fase itu menghinggapi dirimu saat ini, ingatlah kembali pada kekuataan kala kamu memenangkan jutaan lainnya itu. Ingatlah kembali ketika kamu menang, tidak hanya berhenti sampai disitu, tapi kamu lahir membawa sebuah misi yang harus kamu selesaikan di dunia ini.

Hidup bagaikan kumpulan-kumpulan lingkaran yang tak berujung. Tuhan tidak akan membiarkan kita berada di sebuah lingkaran yang sama. Terkadang, Tuhan akan menarik kita keluar dari lingkaran tersebut dan diberikan sebuah lingkaran baru. Kalian harus mencari cara untuk beradaptasi. Kalian harus mencari cara untuk memahami dan hidup dalam lingkaran tersebut. Tuhan tidak akan membiarkan kita berada di sebuah lingkaran yang sama hingga akhir hayat kita. Karena Tuhan tidak akan melihat kita terlena pada sesuatu yang membuat kita bodoh setiap saat, bahagia setiap saat hingga kita lupa orang-orang sekitar, hingga kita lupa akan misi kita di dunia ini. Tuhan ingin kita menikmati dan mensyukuri kehidupan dalam lingkaran-lingkaran yang Dia berikan, karena Tuhan menempatkan kita pada lingkaran yang membutuhkan kita ada di dalamnya dan begitupun sebaliknya, kita butuh berada di lingkaran tersebut untuk memperbaharui diri agar menjadi pribadi yang lebih cerdas, matang, dan baik. 


Dalam sepinya waktu 
Ku salam rindu di jiwa
Ku ukirkan kecintaan ku pada sebuah tulisan 
Lukisan kehidupan yang mampu merekam setiap percakapan 
Lukisan kehidupan yang mampu menyimpan dokumentasi setiap adegan demi adegan
Karena pada dasarnya
kehidupan memiliki esensi
Setiap kejadian dalam hidup kita memiliki arti dan tujuan


Dunia menulis memang sedang mulai ku tekuni kembali, setelah sekian lama diriku vacuum untuk beberapa saat lamanya. Hal duniawi telah ku kejar. Tuhan sedang menempatkan ku pada suatu lingkaran baru, aku keluar dari lingkaran lama ku, lelah berputar-putar pada tempatnya tanpa improvisasi. Tuhan sedang mengizinkan dan menganugerahiku lingkaran lainnya yang mesti ku maknai. 

Tulisan adalah sebuah karya. Aku ingin sekali di sisa waktuku, aku ingin berkarya untuk dunia. Aku ingin berkarya setidaknya untuk sekelilingku. Tulisan yang menginspirasi, aku harap mampu untuk dinikmati setiap pembacanya. Memotivasi masyarakat Indonesia agar tertarik dalam membaca. 

Sketch of Life adalah sebuah karya, sebuah media, atau apapun sesuka kalian ingin menyebutnya apa, bahwa aku mendengar setiap percakapan, bahwa aku mengamati sekelilingku, bahwa aku memaknai setiap kejadian. Tuhan berikan aku kemampuan, Tuhan berikan aku kesempatan, bukan untuk aku nikmati sendiri, maka dari itu, aku ingin berbagi pada pembacaku.