Wednesday, 24 May 2017

Once Question To Yourself

Life is like a circle without end
But actually it is not
That is why God sometimes pulls you out of the circle 
Move you to new circle
And so on

Pernah tidak kalian bertanya pada diri kalian sendiri, mengapa kita dipilih untuk dilahirkan di dunia yang tidak melulu manis, tidak melulu bahagia, tidak melulu lurus tanpa sandungan. Mengapa bukan sperma lain yang menang menembus ovum yang berada di rahim Ibu kita, mengapa harus kita? Tidak apa-apa jika kalian pernah mempertanyakan hal ini pada diri kalian sendiri. Mungkin kalian sedang dalam proses untuk mencari esensi dari kehidupan kalian. Mungkin kalian penasaran, apa yang harus kalian perbuat di dunia ini agar kemenangan kalian sejak butir sperma itu menembus ovum itu dan jadilah dirimu, setidaknya berarti dan memiliki tujuan.

Tuhan memilihmu bukan karena kamu tidak mampu. Logikanya, jutaan sperma mencoba untuk menang namun kita semua disini yang bernapas sudah ditakdirkan oleh Tuhan bahwa kitalah yang terkuat diantara jutaan lainnya. Lalu ketika lahir ke dunia, kita tumbuh dewasa, problema kehidupan mulai terasa, pilihan-pilihan semakin terlihat jelas di depan mata, bingung harus mengambil jalan yang mana. Ketika fase itu menghinggapi dirimu saat ini, ingatlah kembali pada kekuataan kala kamu memenangkan jutaan lainnya itu. Ingatlah kembali ketika kamu menang, tidak hanya berhenti sampai disitu, tapi kamu lahir membawa sebuah misi yang harus kamu selesaikan di dunia ini.

Hidup bagaikan kumpulan-kumpulan lingkaran yang tak berujung. Tuhan tidak akan membiarkan kita berada di sebuah lingkaran yang sama. Terkadang, Tuhan akan menarik kita keluar dari lingkaran tersebut dan diberikan sebuah lingkaran baru. Kalian harus mencari cara untuk beradaptasi. Kalian harus mencari cara untuk memahami dan hidup dalam lingkaran tersebut. Tuhan tidak akan membiarkan kita berada di sebuah lingkaran yang sama hingga akhir hayat kita. Karena Tuhan tidak akan melihat kita terlena pada sesuatu yang membuat kita bodoh setiap saat, bahagia setiap saat hingga kita lupa orang-orang sekitar, hingga kita lupa akan misi kita di dunia ini. Tuhan ingin kita menikmati dan mensyukuri kehidupan dalam lingkaran-lingkaran yang Dia berikan, karena Tuhan menempatkan kita pada lingkaran yang membutuhkan kita ada di dalamnya dan begitupun sebaliknya, kita butuh berada di lingkaran tersebut untuk memperbaharui diri agar menjadi pribadi yang lebih cerdas, matang, dan baik. 

No comments:

Post a Comment