Monday, 5 February 2018

New Work, New Life, New Me | 5th February 2018

"Kalau hujan saja bisa berhenti. Kalau hujan saja bisa membuat terjadinya pelangi. Kalau hujan saja bisa menjadi berkah bagi petani. Artinya, kamu mampu untuk memperbaiki. Memperbaiki apapun yang mesti kamu perbaiki." - renitatyas

New (w)ork. This is my new (w)ork. A new 'city' for me to (re)connect myself to the world, to God.
Ini hari pertama aku kerja di tempat yang baru. Di kantor lagi. Ketemu orang-orang baru lagi. Ketemu meeting serius dan fun lagi. Setelah berbulan-bulan berkutat dengan "self-employed". Karena hari ini baru hari pertama kerja, maka aku belum akan bercerita banyak hal tentang first impression-ku soal kerjaan ini. Lalu untuk apa aku membuka satu topik ini hari ini? Alasannya: ini adalah hari baru dalam hidupku, fase baru, yang ingin sedikit aku abadikan dalam bentuk tulisan.

Terkadang aku berpikir, berapa banyak "Renita" di luar sana. Yang pernah bimbang dalam hidupnya. Yang pernah tak percaya diri dengan kemampuannya. Yang pernah tidak bersyukur dan mengabaikan nikmat Tuhan. Yang pernah tidak pernah menghargai kredibilitas yang sudah dibangun diri sendiri. Yang selalu merasa kurang dan tak pernah puas. Yang pernah tak patuh pada orang tua. Yang pernah egois dan terlalu ambisius hingga mengabaikan integritas. Yang pernah merninggalkan kewajibannya sebagai umat beragama yang memiliki Tuhan. Naujubillah minzaliik. Aku harap Tuhan memaafkan dan membuka pintu taubat bagi siapapun yang pernah mengabaikan-Nya, termasuk untuk diriku.

Itu sebabnya aku di sini. Di kamarku saat ini, hampir larut malam begini, menyempatkan untuk menaruh sedikit apa yang kupikirkan hari ini. Hari ini adalah bagian dari nikmat yang Tuhan berikan untukku di sela-sela Ia juga sedang menguji keimananku.

Hari ini aku sadar akan sesuatu. Jika kita fokus pada perubahan baik yang ingin kita tuju, dan menanamkan kualitasnya yang terbaik untuk melaju menggapai itu, ada beberapa hal yang mesti dilakukan (tips & tricks):
1. Aku orang yang cukup ter-struktur, setidaknya bagi diriku sendiri. Untuk memimpin diriku, aku mesti putting the things in order, kalau sok-sok-an random, jatuhnya kayak kemarin-kemarin, lost... lupa... kembali terjerembab ke dalam lubang yang sama... nggak fokus.... hilang arah. Maka aku tarik kembali diriku yang lalu ketika aku masih duduk di bangku sekolah, di masa-masa aku tak pernah tak patuh pada kedua orang tua, di masa-masa aku merasa hampir tak memiliki beban (kecuali PR, ujian sekolah, dan bangun pagi). Masa-masa itu, setiap malam sebelum tidur, aku selalu menyempatkan untuk membuat catatan kecil, tentang apa yang (1) harus aku lakukan di hari esok; (2) yang tidak boleh aku lakukan di hari esok. Jadi aku mencoba untuk membuat roadmap mulai hari ini lagi yang in the end of the day, aku akan check-list dan punya daily KPI untuk diriku sendiri dan momentumnya pas di hari pertama aku kerja (next time aku akan post tentang pekerjaan baruku).

2. Berkenalan dengan diri sendiri. Make the time with you setiap harinya even cuma untuk 1 jam aja, buat kenalan sama diri lo sendiri. Karena terkadang tanpa kita sendiri, kita belum tentu benar-benar tahu apa yang kita mau dan apa yang kita butuhkan untuk diri sendiri. Saking randomnya hal yang kita laluin setiap harinya. Listen more, low profile, and learn to be humble adalah kiat-kiatku saat ini. Aku anaknya cukup individualis. Lagi belajar banget untuk bisa menempatkan diri ketika harus jadi individualis dan ketika harus putting myself in the team. Dan karena aku bukan orang yang bisa approach langsung, cenderung menunggu orang yang approach baru aku bicara dan mendekat, maka di hari ini, aku mencoba untuk membuang kebiasaan itu. Aku mulai dengan senyum dan menggunakan mataku untuk menatap mereka, latihan untuk memahami karakter orang, bukan orang duluan yang memahami karakter kita. Jika kita bisa melakukan itu, maka kita sudah punya cukup power untuk percaya diri mendekat kepada mereka.

3. Stay focus. Minimize hal-hal yang membuat aku jadi kehilangan fokus (distracted). Apapun itu menurutku, bahkan jika pertemanan dengan seseorang menghalangi aku untuk berubah menjadi individu yang lebih baik, akan aku lakukan. Karena toh dalam Islam tidak melarang untuk memilih-milih mana lingkungan yang baik untuk kita. Yang dilarang adalah menjauhi teman tanpa sebab dan menyakiti perasaannya. Jadi maksudku 'memilih-milih' itu adalah memilih mana yang tepat untuk kita bisa membuka diri pada mereka atau intensitas waktu bertemu dan bermain dengannya.

4. Put Allah as the reason of every acts in your life, dan menurutku ini cara paling ampuh untuk menambah kualitas dalam hidupku. Jika ketiga poin sebelumnya mostly berkaitan dengan growing as quantity, misal poin 1. KPI; poin 2. making more friends and build self-trust; poin 3. filtering life circle. Pertanyaannya, beras murah (ibarat: hidup yang terlalu 'receh') yang terjual di hari pertama, kedua, dan ketiga namun ternyata tak memiliki kualitas yang bagus, hari keempat, kelima, dst, akan bagaimana kondisi customernya? Ramai kembali, hilang customer? Tapi apa jadinya kalau beras yang harganya mungkin lebih mahal dari beras sebelumnya, tapi memiliki kualitas yang bagus? InshaAllah, customer akan mengusahakannya untuk membeli yang itu, karena beras berkualitas baik adalah kebutuhannya. Nah, cara mind setting seperti ini insha Allah akan menuntun kamu untuk hanya melakukan hal-hal baik saja setiap harinya. Karena tidak mungkin kalo mau untuk berbuat tidak baik dan mengatas namakan Allah.

5. Minta restu dan do'a kedua orang tua. Aku nggak perlu berkata-kata panjang lebar untuk soal ini. Seharusnya dan memang sepertinya kalian semua sudah tahu, bahwa bagaimanapun mereka, orang tua adalah kedua orang terhebat yang melahirkan orang hebat seperti kita semua. Amin. They have an endless love.

Itu aja posting-an aku hari ini. Udah mesti tidur. Besok berangkat lagi pagi dan mudah-mudah good things happen tomorrow. Jangan lupa bilang makasih sama Tuhan sebelum kalian tidur. Have a good night.