Friday, 27 December 2019

Self-Upgrading







Pertanyaan 1: "Bagaimana cara upgrade diri setiap harinya?"

Ini pertanyaan pertama yang aku pilih dari instagram story-ku hari ini. Pertanyaannya bagus banget dari Adista.

Bagaimana cara upgrade diri setiap harinya? Upgrading diri itu penting banget dan somehow kenapa aku pilih pertanyaan ini untuk aku tulis di blog-ku karena ini juga bisa jadi reminder untuk diri aku yang sedang dalam proses achieving sesuatu dalam hidup.

Manusia itu mudah banget untuk melenceng. Manusia itu mudah banget untuk berbuat kesalahan. Manusia itu mudah banget untuk lupa dengan tujuan awal yang udah dia set up sebelumnya. Manusia itu mudah banget untuk khilaf. Tapi manusia itu nggak mudah untuk berubah. Dan menurutku mudah tidak mudahnya sebuah proses itu dari seberapa besar "WILLINGNES" (kemauan) yang kita punya.

Aku inget teman aku bilang baru-baru ini kalau manusia itu tercipta dari sebuah sperma terkuat dari ribuan sperma Ayah kita. Untuk sebuah sperma dapat menembus benteng pertahanan sebuah ovum Ibu itu benar-benar tidak mudah. Terbukti dengan banyaknya kasus pasangan yang belum beruntung dikasih buah hati. Satu ovum hanya dapat dibuahi oleh seminimal-minimalnya 1 sperma, atau paling banyak 2 sperma (akan menghasilkan anak kembar). Dari situ kita bisa ambil kesimpulan bahwa kita yang terlahir di dunia ini sudah ditakdirkan oleh Tuhan menjadi manusia terkuat. Kita ditempa dengan berbagai situasi di dalam kandungan Ibu, dan kita lahir-lahir juga dengan selamat, sehat, jadi manusia yang bisa berpikir, berekspresi. Artinya kalau kita mudah menyerah akan sesuatu, itu berarti kita tidak menghargai tahunan proses yang sudah kita lalui. Hanya untuk satu dua penyebab yang sebenarnya mampu kamu hadapi, tapi karena kamu membatasai dirimu sendiri, jadi kamu berpikir bahwa kamu ingin menyerah dan tidak sanggup lagi.

Nah, mindset itu dulu yang harus kamu punya sebelum kamu melakukan sesuatu untuk upgrading diri. Setelah kamu sudah rubah mindset kamu, start to change your bad habit. Ini memang susah, tapi kalau kamu tidak memulainya, proses itu tidak akan juga pernah mulai terjadi. Mengerti kan maksudnya? Gimana cara kita untuk mulai change our bad habit? Kalau aku yang cukup ampuh adalah bertemanlah dengan orang-orang yang tumbuh. Kalau kita define people dari bad and good nya kan kadang kita suka nggak ngeh ya, mungkin beberapa dari kita ada yang lagi punya trust issue karena suatu hal. Tapi setidaknya kalian bisa lihat mana orang yang juga sedang bertumbuh. Tumbuh dalam arti setiap harinya dia mencoba untuk berbuat baik, menjadi individu yang lebih baik, sama-sama belajar bukan hanya mengajari. Jadi memilih lingkungan itu sangat penting menurutku. Eliminate sesuatu di hidupmu yang kamu tahu bahwa itu toxic dan tidak berguna-berguna amat ada dan tidak adanya.

Kebanyakan dari kita hanya fokus pada apa yang kita pikir bisa membuat kita bahagia, sehingga kita terjebak dalam waktu yang berputar di situ-situ aja. Tapi kita nggak berpikir bahwa, benar nggak itu sesuatu yang bisa membuat kita benar-benar bahagia? Ada kemungkinan nggak sih kita bisa mendapatkan kebahagian dengan bentuk lain yang itu lebih membahagiakan daripada sesuatu yang selama ini kita pikir bisa membuat kita bahagia? Gimana kalau kita mengejar sesuatu yang kurang tepat? Mungkin pertanyaan-pertanyaan semacam itu harus kita lebih sering ajukan pada diri kita sendiri untuk melatih kepekaan kita terhadap masa yang akan datang.

Ngomong-ngomong kepekaan. Salah satu hal yang dapat mengasah sensitivity kita terhadap jalan hidup kita adalah juga dengan membuat dirimu PRODUKTIF. Lakukanlah kegiatan-kegiatan yang bisa mengalihkan perhatianmu kepada sesuatu yang lebih positif. Otomatis kegiatan-kegiatan itu juga harus yang positif ya. Bukan yang justru malah membuat masalah baru.

Contoh yang sehari-hari ini aku lakukan. Aku ini merasa diri aku itu story-teller. Aku senang bercerita, mengajar. Dan mungkin proses menginspirasi itu yang aku kagumi. Alhasil aku lakukan itu dengan cara misal menggambar, melukis, bernyanyi, main instrumen, atau bahkan menulis cerita. Aku juga sebenarnya sangat suka suatu kegiatan yang membuatku involved dengan lingkungan, misal kegiatan volunteering. Namun, karena waktu yang tidak memadai, aku mencari alternatif lain supaya tetap bisa engage dengan orang-orang di sekitarku, seperti contohnya dengan aku menulis cerita/novel di suatu platform menulis, itu secara tidak langsung membuat aku bisa berinteraksi dengan orang-orang yang menyukai hasil karyaku. Aku juga senang belajar. Proses belajar itu membuat aku one step closer kepada mimpiku agar lebih concrete.

Jadi self-upgrading itu sangat sangat penting. Itu yang membuat life journey kita lebih seru dan bermakna.

No comments:

Post a Comment