Friday, 27 December 2019

I Have A Lot of Passions! Is it a disaster??






Pertanyaan ketiga yang aku ambil dari instagram story-ku adalah dari Citra: "Motivasi untuk aku yang ingin melakukan semua passion aku."

Punya banyak passion itu nggak apa-apa banget. Itu yang perlu we keep in mind pertama. Having lots of things you like isn't a disaster. Justru malah anugerah karena kita jadi manusia yang paling punya banyak hal positif to killing the time. It will be a disaster when we do not have ability to organize it.

Aku pernah ada di posisi dimana aku tuh merasa punya banyak banget minat. Tapi instead of bikin aku happy, malah bikin aku pusing. Aku sebenarnya mau yang mana sih? Aku sebenarnya fokus yang mana sih? Aku sebenarnya mau ngelakuin yang mana sih? Aku sebenarnya mau mendalami dunia yang mana sih?

Sampai akhirnya aku nyadar sendiri, ini karena aku nggak benar-benar paham sama big passion aku. Jadi setiap manusia itu punya banyak passion adalah hal yang normal. Tapi dari semua passion itu pasti ada ultimate passion-nya.

Misal yang terjadi sama aku. Aku tuh suka mengajar, suka dealing sama anak-anak. Aku juga suka kerja di kantoran. Suka kerja ketemu banyak orang. Meeting-in hal-hal yang essential untuk bisnis tersebut. Aku juga suka menulis,story telling, menggambar, ngelukis, nyanyi, main piano. But I can't do altogether!! Setelah aku pikir-pikir sepertinya dari semua itu proses menginspirasi yang sebenarnya aku kagumi. Aku senang ketika aku bisa menginspirasi banyak orang. Aku senang ketika kisah aku bisa menginspirasi banyak orang. Aku senang ketika ilmu yang aku punya bisa aku bagikan dan bermanfaat buat orang tersebut. Dari situ menurutku ultimate passion-ku adalah to inspire people. Nah karena untuk jadi guru aku kayaknya nggak ke situ, aku menggunakan career path-ku yang lain untuk bisa melakukan hal tersebut. Misal, pada akhirnya sekarang ini aku memilih dan memantapkan hati untuk berkarir di dunia akuntansi dan keuangan. Aku akan perdalam di situ supaya nanti pada prosesnya aku bisa mengajarkan anak-anak buahku misalnya, atau jadi speaker tentang keuangan.

Lalu bagaimana dengan art? Seni itu buatku ibarat teman sejati. Yang setiap minggu, at least sehari aja (keseringannya di weekend), akan aku "temuin". Maksudnya jadi hal yang aku lakukan di sela-sela waktu luangku. Aku nggak fokuskan di situ sebagai karirku, tapi kalau aku mau berkarya, aku masih bisa.

Jadi having lots of things you like is equal by having lots of things you do, and it makes you live to the fullest. 

Dari pada gabut kan... :)

No comments:

Post a Comment