"The world of relationships and acquaintances is rich enough to fill our lives, without the need to add useless ornaments that do nothing but encumber the spirit and our leisure time."
Charlotte Periand, A Life of Creation
I dedicate this post for my best friend. A best friend I have since late-senior-high-school-year. Belum jadi best friend saat itu, tapi seiring berjalannya waktu ternyata he consistently exists in my days and life. And since then, I considered him as my best friend.
Me dealing over his craziness, sometimes
Quotes di awal post ini adalah salah satu kalimat yang aku temui di buku yang sedang aku baca. Simplicite (How To Live More With Less) written by Dominique Loreau. Nemu buku ini di Books & Beyond ketika nggak ada planning buat beli buku saat itu, hanya cuci mata aja, tapi ternyata tertarik buat baca buku ini. More or less, maybe it's because I just realized something kalau akhir-akhir ini aku gampang banget "nggak santai", gampang banget nge-down, gampang banget overwhelmed, gampang banget kesulut dengan kemacetan Jakarta, polusinya, pemerintahannya yang kayaknya lagi "geser" banget, tapi nggak tahu kenapa jadi sesensitif itu. Sampai sempat mengutuk diri sendiri, "Ren, punya duit, pindah tempat tinggal Ren. Ke tempat yang lebih adem, lebih nggak banyak polusi, lebih tenang." But I know, my life's stuck here. Bisnisku di sini, keluargaku di sini.
Alhasil buku ini menarik perhatianku untuk aku baca. Maybe my life is too complicated, which I don't know what are things that make it complicated though? Aku harus simplify everything.
Sampai akhirnya sahabatku ternyata pulang dari negeri Jiran. Meskipun hanya untuk 3 hari di Jakarta karena suatu urusan, dan hanya bisa mampir ke rumahku untuk ambil Dendeng Balado buatanku yang bisa dia bawa balik ke Kuala Lumpur, hanya dapat sekitar 30-40 menit ngobrol di teras. But well, Pal, gue sangat terbiasa tanpa lo dari dulu, tapi sekalinya ketemu, I know I enjoy listening you or vice versa, at the same time enjoying the process of releasing the profanity in my mind.
Dan dua hal di atas ini adalah perpaduan yang sangat pas buatku, a new goal to set my life as simplicity and also my best friend. Dengar cerita lo hari ini, dengan segala rencana-rencana hidup lo, ngebuat energi baru juga buat aku yang sedang kembali membangun mimpi dan harapan. Dia dengan urusan bisnis dan perpolitikannya serta rencana S2-nya, dan aku dengan urusan socio-enterprise ku serta rencana menyelesaikan study dan mengejar kuliah S2 lagi seperti dia. Semoga kita bisa selalu jadi number #1 supporter for each other's dreams sampai kapan pun.

No comments:
Post a Comment