Saturday, 14 April 2018

Pemenang Give Away Tiket Nobar Standup Comedy Ambon | Puisi

Lapor.
Pada hari Jum'at, tanggal 13 April 2018, pukul 13:47 Waktu Indonesia Barat.
5 Puisi telah kupilih untuk menjadi pemenang give away tiket nobar Standup Comedy Ambon yang dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 15 April 2018 pukul 18.00 Waktu Indonesia Timur.

Lapor.
Aku juga ingin kesana. Tapi lapor lagi, aku tak ada daya dan upaya untuk bisa sampai ke sana di Minggu ini. Segera, ok? Tapi tidak hari ini, besok, atau lusa. Tapi segera. Akan aku foto tiketnya di instagram story seperti orang-orang, atau biarkan kujadikan kejutan seperti yang pernah kulakukan dua tahun silam.

Berikut puisi-puisi indah yang telah mengirimkan Maluku ke Jakarta hari-hari ini.
Terima kasih untuk puisi-puisi indah nan punya jiwa kalian. Do'akan novelku menjadi novel yang baik untuk kau baca, dan setidaknya kau simpan di rak bukumu nanti. Jangan dikasih-kasih ke orang, apalagi dijadikan bungkus gorengan.

Kas Pica Rindu
Oleh Haidar Apriliawati Hamisi

Omba pica batu karang
Tampias kana beta pung senyuman
Beta dudu tangada kapal yang baru maso tanjong alang
Tagal tunggu ale yang lama di rantau tar pulang-pulang
Matahari su mo maso
Kapal su mulai sandar di pelabuhan
Dar jao ale kase lambaikan tangan
Tanda seng sabar mo inja tampa putus pusa
Su talalu lama ale kalalerang di tana jawa
Seng parna makang ikang cakalang
Tahang hati lia mas deng mba makang nasi uduk
Dalam hati sio apa tempo beta talang sagu salempeng lai
Skarang tana ambon su didepan mata
Salahutu deng Binaiya su tabayang-bayang
Natsepa deng Hunimua su lewat-lewat di depan mata
Seng sabar mo makang papeda deng ikang kuah kuning
Di bawah pohon sagu
Kas pica rindu yang su lama tasimpang dalam dada



Pantaiku
Oleh Kiki Yamin

Matahari terbit dari timur di pantaiku
Hangatnya mentari menyapa di pasir putih
Burung serta ombaknya menyanyi bagai alunan
Wahai pantaiku, kurindu bersua indah lagi denganmu




The Peace of Mollucas
Oleh Siti Betty Rumatiga

Aku tak tahu syariat hidup dalam berbagai macam agama
Yang aku tahu hanyalah cara bertoleransi 
Aku tak tahu arti dari kedamaian yang sesungguhnya
Yang aku tahu hanyalah saling menghargai 
Aku tak tahu arti dari pela gandong
Yang aku tahu hanyalah katong semua basudara
Aku tak tahu kerukunan orang lain di luar sana
Yang aku tahu hanyalah kerukunan orang basudara yang tak bisa kupungkiri



Ini Beta Pung Tanag
Oleh Elvara Zechan

Alam ini paleng indah 
Laut baomba
Awan baku iko
Udara segar batiop
Beta berdiri di atas gunung kayu satu
Badiri di bawah langit
Par lia betapa indahnya tanah putus pusa ini
Terima kasih banya par Tuhan yang su ciptakan ini par katong samua



Tengah Malam di Bentas
Oleh Berlenda Florensia


Teruntuk pagi yang kesekian 
Terima kasih banyak untuk detak jantong
Yang masih babunyi
Antara malu dan terharu
Membuih di balik karang tajam
Di sini tanpa kekhawatiran
Kupanjantkan harapan

Aku tak pandai merayu
Untuk koma yang membeku
Dengan do'a datu-datu
Berbuahlah menjadi kapata yang menggebu

Ibu melepaskanku berjalan di tanah raja-raja
Aku merawat kata-kata
Tentang keringat dan darah yang menjadi 
LAWAMENA!
Dan kau harus bangga
Menjadi mahina dari timur nusa ina


No comments:

Post a Comment