Thursday, 22 March 2018

Biarkan Bintang Menari (2003) | First Teenlit Musical Movie in Indonesia


Grey: "Aku udah cari bintang baru pakai teropongnya."
Neyna: "Dapet?"
Grey: "Nggak. Karena nggak semua bintang mesti ada di langit. Yang di sini sinarnya lebih terang dari yang lain."
Neyna: "Soal Pasha.."
Grey: "Ssh... nggak usah ngomongin dia lagi. Halaman terakhir hanya diisi dialog antara pangeran dan puterinya. Penyihir jahatnya, udah kalah di dua halaman sebelumnya."

Last scene of Biarkan Bintang Menari (2003)


Pertemuan kembali dua remaja yang sudah saling mengenal dekat dan menjadi sepasang sahabat sejak kecil, yaitu Grey (diperankan oleh Ariyo Wahab) dan Neyna (diperankan oleh Ladya Cheryl), setelah berpisah selama bertahun-tahun. Grey kecil yang meninggalkan Neyna kecil di desa Cimelati yang terletak di kaki gunung Patuha untuk melanjutkan hidupnya bersama keluarganya di Jakarta, ternyata tak lagi memberi surat kabar kepada Neyna dan menghilang. Hingga setelah kelulusan SMU, Neyna pindah ke Jakarta dan kuliah di Universitas Indonesia. Di hari pertama ia masuk kuliah dan mengikuti perpeloncoan, takdir mempertemukan kembali dua sahabat ini. Namun Grey telah berubah menjadi laki-laki yang dingin dan temperamental, dikarenakan latar belakang permasalahan kedua orang tuanya yang mengakibatkan Grey harus kehilangan Ibunya dan Ayahnya dipenjara. 

Neyna hanya perempuan desa yang polos. Yang selalu memegang teguh pada mimpinya, yang mana salah satunya adalah, pangeran kecilnya akan selalu tetap menjadi pangerannya. Neyna tak pernah putus asa untuk mendapatkan keceriaan dan senyum Grey kembali. Meskipun Neyna dan Grey harus melewati berbagai tantangan yang menguji kesetiaan persahabatan dan cinta mereka berdua. 

Nah, cerita dari film ini sederhana banget. Tapi dibalut dengan konsep musikal yang pada era 2003an itu adalah suatu konsep yang unik dan belum banyak diproduksi. Gue pribadi suka dengan film ini karena soundtrack-nya yang ceria dan lirik mudah dimengerti. Selain itu, penonton juga disuguhkan dengan koreografi-koreografinya yang fun dan romantis banget. 

Film ini memang muncul di layar-layar bioskop tahun 2003, tapi gue pribadi baru nonton film ini di tahun 2006 (kalau tidak salah). Pokoknya gue tahu film ini, singkat ceritanya, gue yang hobi banget nonton film, sering banget waktu SD, pulang sekolah pasti mampir ke toko rental kaset. Tahulah ya kalian yang satu generasi sama gue. Dulu toko-toko rental seperti itu menjamur. Sekarang rasanya dalam hitungan nggak sampai 1 dekade aja, sudah hilang toko-toko seperti itu. Orang sudah lebih mudah mencari bajakannya di beberapa situs di dunia maya. Atau sekarang sudah ada apps-apps khusus untuk nonton film layar lebar. 

Tidak beruntungnya gue karena film yang satu ini, gue nggak bisa nikmatin di apps yang menurut gue jauh lebih baik nonton dari situ meskipun berbayar, daripada gue nonton gratis di situs dunia maya. Anyone yang tahu dimana gue bisa punya DVD dari film ini, I appreciate it a lot siapapun yang mau memberikan info. Selain film musikal Petualangan Sherina, Biarkan Bintang Menari adalah film musikal kedua yang aku rekomendasikan untuk ditonton. 

No comments:

Post a Comment