Perpisahan menjelma
menjadi sebuah bait panjang puisi
Tak terelakkan sudah bahwa
kami menoreh cerita kasih sayang tulus
Perpisahan itu menjadi tak
berarti perpisahan
Perpisahan itu menjadi
pelabuhan
Pelabuhan baru
Untuk aku dan kamu
Harusnya
gue udah tahu dari awal bahwa hubungan berbeda agama itu terkadang tak berujung
manis. Hampir sekian persennya tak begitu berhasil. Ketika gue menjalin
hubungan itu dengannya tidak sedikit yang menasihati gue tentang hubungan ini,
tapi emang dasar gue yang nggak pernah mau menyerah untuk menyayangi seseorang,
apalagi kalau gue merasakan ketulusan jika gue berada di dekat dia dan saat itu
nggak ada alasan yang membuat gue harus menyerah saat itu juga. Kalau putus
karena salah satu dari kita ada yang selingkuh, mungkin gue akan lebih mudah
untuk ninggalin dia. Tapi kalau putus hanya karena perbedaan prinsip yang
mungkin saat itu belum terlalu berdampak pada hubungan baik gue dengan dia, gue
nggak tahu apa rasanya, dan sekarang gue merasakannya. Buat gue, seorang Bertho
adalah teman hidup. Gue terkadang males nyebut dia pacar, ngenalin dia ke orang
tua gue aja bukan dengan istilah pacar tapi teman dekat, karena gue super picky
untuk nyebut seseorang itu teman dekat. Teman dekat menurut gue sespesial itu.
Kenapa
gue bilang dia teman hidup, karena bahkan sampai saat ini, sampai pada akhirnya
kita harus ngelewatin banyak drama hidup ini-itu, break (istirihat), kita nggak
pernah merasa canggung untuk ngobrol akrab lagi. Dan yang spesial buat gue, gue
nggak perlu harus terlihat perfect di depan dia. Apa adanya, dan itu yang bikin
gue nggak terbebani. Selama 23 tahun hidup gue, baru kali ini gue dapat partner
yang gue ngerasa benar-benar gue disambut apa adanya.
By
the way, gue memulai buku ini dengan kembali mengingat masa-masa indah gue
dengan dia. Gue kemas menjadi sebuah cerita dengan nama-nama tokoh yang sudah
gue design, sebagai bentuk prasasti bahwa gue pernah merasakan kedekatan dengan
seorang teman yang dapat menciptakan sesuatu yang positif dalam hidup gue.
Bertho sangat mendukung keputusan gue ini untuk mengisahkan cerita kita kepada
pembaca-pembaca buku gue nanti. Gue juga berharap semoga dengan lahirnya buku
ini akan menjadi sebuah cerita baru untuk gue dan Bertho serta bisa membuat
karya-karya positif lainnya berdua dengan dia, entah as a friend atau apapun
yang baik buat kita.

No comments:
Post a Comment