Tuesday, 4 December 2018

"Digging More & Practice About Mindfulness" - My Opinion & Experience

Suatu hari, gue tumben-tumbenan nyamper seorang teman gue yang mana kebetulan kita tetanggan. Seorang gue tiba-tiba nyamper seseorang untuk cerita itu, bisa dibilang 'hampir jarang' (bukan hampir nggak pernah lho ya). Kenapa begitu? Ceritanya panjang kalau harus gue explain in detail, tapi briefly, gue bukan tipe yang bisa sebentar-sebentar cerita. Biasanya lebih percaya curhat sama diri sendiri dulu, atau semaksimal-maksimalnya, sholat, bicara privately dengan Tuhan Yang Satu, Allah SWT. Kalau udah mentok banget, kepala udah butek banget sama pikiran-pikiran gue sendiri, baru gue cari teman yang emang benar-benar gue percayain untuk bisa jadi pendengar sekaligus pemberi tanggapan yang baik buat gue. So, balik lagi, itu makanya gue jarang banget sampai nyamperin orang buat cerita tentang private life gue. 

Nah ketika kita lagi cerita tentang concern gue akhir-akhir ini, tiba-tiba teman gue ini nyeletuk sesuatu.
"Ah iya... Aku paham. Jadi kayak semacam mindfulness gitu yang diperlukan ya Ren." 
Lalu mendengar kata 'mindfulness', gue tertegun. Kayak semacam pencerahan dari apa concern yang selama ini nggak bisa gue utarakan dengan jelas. Mindfulness. Gue butuh itu, tapi nggak sadar kalau selama ini gue butuh itu. 

Sebelumnya, mari kita bahas apa itu mindfulness
Jadi mindfulness itu garis besarnya adalah suatu kemampuan seseorang untuk fully present on what's happening around them, on what they're doing, nggak bersikap reactive terhadap sesuatu dan merasa kayak semacam overwhelmed yang mengakibatkan stress dan performance jadi turun. 
Coba kalian ingat-ingat deh, pernah nggak ada di situasi yang bikin kalian tuh kayak, "arrghh! pusing gue. Pengen cepet-cepet weekend aja rasanya."; "ah! gue butuh liburannn!"; atau bahkan bikin kalian tuh kayak males banget mau beranjak, semales itu. Risih nggak sih berada di situasi yang bikin kita bisa blamming orang lain, blamming situasi dan kondisi, bahkan blamming diri kita sendiri? Pasti risih. Pasti pening. Pasti ruin mood banget. Kalau gue pribadi, gampang banget buat tahu kalo gue lagi ada di level stress yang seperti apa. Indikasinya dari kulit gue (since gue punya eritroderma (search on google if you don't know this diseases)), jadi kulit gue kondisinya bakal super dry, mengelupas, kusam (padahal nggak dalam kondisi alergi sesuatu atau ganti-ganti skin care gitu). Nah biasanya kalau udah kayak gitu, gue harus cepet-cepet rileks-kan pikiran gue.

Nah, but the problem is, permasalahan anak-anak remaja dewasa jaman millenials ini, saking lots of distractions di sekeliling kita, ya kewajiban lah, ya tuntutan lah, ya tanggung jawab lah, ya ego lah, wah banyak banget, belum sosial media yang pasti kebiasaan kita pantengin mulu padahal ngapain di situ juga suka nggak tahu, intinya cuma sliding-sliding story orang aja, tanpa kita sadarin itu bikin kita kewalahan untuk list down apa aja cara-cara untuk bikin mood kita bisa balik cepet lagi, untuk bisa nyerep energi positif lagi ke badan kita, untuk ngeset lagi perspective kita akan suatu situasi atau keadaan yang kadang-kadang memang kalau nggak dimaintained, suka kendor kayak kabel antena. 

Gue pengen banget bahas dan ngelakuin practice ini sama-sama dengan para pembaca blog gue, yang mungkin juga mau coba setting life path kalian lagi. Gue belajar banget dari buku 7 habits of effective people, yang mana salah satu dari habit yang diperlukan untuk menjadi effective people adalah, synergy. Meskipun sounds kata 'synergy' itu lebih untuk ke team work ya, tapi di sini gue mengartikan 'synergy' adalah suatu kerjasama dalam bentuk sharing (in this case) untuk increasing performance kita masing-masing dalam mencapai tujuan yang sudah kita bentuk di awal.

(Anw since pembahasan ini akan panjang, jadi gue akan bagi-bagi ke dalam sub-sub judul, yang mana inshaAllah akan gue update setiap minggu-nya).

Step 1
Penting banget untuk kalian cari tempat yang bikin kalian nyaman-senyamannya buat kita mulai practice ini. Yang bikin kalian bisa mendengar suara hati dan pikiran kalian sendiri. It isn't always be a quite place, even for example me, I can do it just in a classic cafe with a smell of brewing coffee and voices of people talking that faintly heard by me. 

Step 2
Siapin alat untuk take a note setiap ada sesuatu yang pop up di kepala kalian ketika kalian lagi self reflection nanti. 

Step 3
Let's do it now! (Btw, step-step ini udah aku lakuin duluan, jadi inshaAllah aku bisa lead kalian untuk ngelakuin step-step ini).
Biasanya kalian perlu list down, apa aja current burden (beban), distraction (gangguan), problems (masalah), yang bikin kalian ada di feeling sekarang ini (a.k.a nggak happy, capek, malas, nggak bergairah, lesu,  marah terus bawaannya, bete terus bawaannya, atau bahkan sampai yang bikin kalian gegabah, nggak rasional, nggak tenang, sangat sangat reactive). Bikin list dulu. 

Step 4
Dari list tersebut, kalian lihat, mostly bottlenecks-nya itu karena apa sih? Terus aku mau sedikit mengingatkan satu quote,
"It will never be too late or too early to design your future." 
Jadi menurut gue, masa depan itu penting banget kita design kalau kita mau jadi orang yang efektif, yang mindfulness. Maksudnya efektif tuh apa sih? Efektif tuh kita nggak buang-buang waktu melakukan hal yang sebenarnya nggak perlu-perlu amat, atau menghindari kerugian yang sebenarnya bisa kita prevent di awal. Dalam aspek apapun. Bisnis, relationship, dll. Jadi coba kalian bayangin dan renew terus, atau evaluasi terus, resolusi-resolusi kalian di tahun ini. 
Biasanya kita tuh suka 'boros'. 'Boros' waktu, melakukan hal-hal yang sebenarnya kita nggak happy disitu, melakukan hal-hal yang bukan kita banget intinya. 

Step 5
Dari sini, aku coba posisikan diriku seperti kembali ke Renita kecil. Dimana anak-anak itu suka berimajinasi kan? Dan kadang-kadang imajinasi itu mereka jadikan motivasi mereka untuk mencapai sesuatu yang mereka inginkan. Contoh, anak kecil yang pengen banget dibeliin mainan misalnya. Tapi karena lagi ujian, orang tuanya bilang beli mainannya setelah ujian dan jika hasil ujiannya baik. Nah biasanya anak-anak akan membentuk automatic motivation di dalam diri mereka. (ini aku belajar banget dari murid-murid kecilku di sini). Coba kalian tanya diri kalian sendiri:
1. kalian ingin melihat diri kalian menjadi apa dan ada di posisi mana 5 tahun yang akan datang?
2. kalian ingin melihat diri kalian menjadi apa dan ada di posisi mana 10 tahun yang akan datang?
3. jika kalian meninggalkan dunia ini, kalian ingin orang-orang mengingat kalian seperti apa?
Most of stress itu datang karena kita nggak happy dengan situasi yang kita hadapi saat itu. Nah perlu dicari dan di-design ulang apa yang membuat lo happy. Itu menurut gue. 

Step 6 akan masuk ke habit-habit apa aja yang kita perlukan untuk achieving motivasi-motivasi hidup yang udah kita buat. Dan itu akan aku bahas lagi inshaAllah besok. 

Intinya, mindfulness itu diajarkan juga dalam Islam. Bahkan sampai ke daily practice-nya. Beruntung lah kita sebagai Muslim karena Allah SWT mewajibkan kita untuk melakukan ibadah sholat 5x sehari. Selain sebagai bentuk rasa bersyukur kita yang sudah diberikan waktu 24 jam dan napas oleh Allah SWT, ternyata bahkan beberapa pakar kesehatan terkemuka dunia telah membuktikan bahwa beberapa gerakan sholat menitikberatkan pada pijatan-pijatan terapis yang memicu hormon-hormon tertentu dalam tubuh aktif dan bekerja dengan baik, serta rileksasi saraf-saraf. Beberapa gerakan yoga bahkan terinspirasi dari gerakan sholat. Allah SWT sudah memprediksi dari awal terciptanya Nabi Adam a.s, bahwa manusia pasti perlu waktu rehat di sela-sela 1 hari yang Allah SWT ciptakan. Saking sayangnya Allah sama kita, tapi suka merasa bersalah juga kalau malah justru nggak mengindahkan pemberian Allah. Dan kalau kita melakukan sholat dengan baik dan benar, inshaAllah, itu adalah bentuk latihan mindfulness, mengajarkan kita untuk mengeluarkan pikiran-pikiran yang tidak perlu dipikirkan saat itu, dan fokus pada satu hal, Allah SWT. 

Selamat mencoba ya guys :) 
Jika kalian mau sharing-sharing via comment di bawah ini, feel free to drop it down below. 
Jangan lupa subscribe/follow blog-ku, share kalau kalian suka, dan feel free to DM me on Instagram if you want to share little bit of about your life to me. 

Instagram: @renitatyas

No comments:

Post a Comment