Friday, 26 January 2018

A Surprise on Gloomy Friday | 26th Jan 2018

Siapa di antara kalian yang pernah atau senang bermimpi? Mungkin kalau bahasanya mimpi, semua orang pasti pernah bermimpi. Aku akan menyederhanakan pertanyaanku. 
Siapa di antara kalian yang pernah atau senang mengoleksi impian kalian di kepala? Impian menurutku adalah sesuatu yang kita sangat inginkan untuk menjadi kenyataan. Kemanapun kamu berjalan, impian itu akan selalu kamu bawa sebagai roadmap untukmu berjalan menuju ke arahnya. 

Mamaku selalu bilang, dibanding adikku, buatnya aku cukup aktif dalam berimajinasi sedangkan adikku aktif in terms of kelakuan. Hal ini ditandai dengan aku yang tenang, cenderung pendiam, senang menghabiskan waktu di kamar, menggambar, menulis, belajar. Tapi jujur saja, ketika beranjak dewasa, dengan segala macam lika-liku kehidupan yang mulai terjadi dan sangat kompleks, mungkin aku seperti terkejut. Aku yang biasa fokus tiba-tiba berubah untuk harus bisa menjadi serba bisa dan bekerja dalam tekanan. Aku bukan orang yang mudah menyerah, maka dari itu, setiap menghadapi sesuatu yang baru, aku tidak lantas takut yang berlebihan, namun justru mencoba untuk menghadapi. Hal ini  baik di satu sisi, tapi setelah aku sadari ini bisa menjadi kelemahanku jika aku tidak bisa mengontrolnya dengan tepat. Aku yang tak pantang menyerah untuk menghadapi apapun yang ada di hadapanku, literally apapun, tanpa aku bisa menolaknya, membuatku kehilangan fokus dan alhasil satu persatu impianku yang selama ini aku rajut dalam kepala, tak pernah kunjung selesai terealisasikan dalam jangka waktu yang panjang. Bahasa sederhananya, nggak pernah tuntas. 

Suatu hari aku nge-down. Aku shut down diriku dari segala hal yang membuatku seperti kehilangan arah, out of control. Akhirnya aku sadar di mana kesalahanku selama ini. Dengan perubahan lingkungan yang cukup extreme ketika aku keluar dari zona nyamanku kala dulu aku duduk di bangku sekolah dan melihat dunia jauh lebih luas lagi, membuatku pernah suatu hari iri dengan mereka yang mudah bergaul, mudah mendapatkan perhatian dari orang di sekitarnya. Then I tried to be somebody at that time, instead of BEING MYSELF. Tapi aku nggak pernah sadar. Nggak pernah sadar bahwa aku meninggalkan diriku yang suka menulis, yang suka mengejar impian dengan cara yang benar, meninggalkan diriku yang seharusnya aku syukuri dan aku apresiasi, namun sekali lagi, terangnya dunia terkadang mengecohkan jalan kita. Ternyata tak seluruh permukaan dunia adalah terang, ada kegelapan di dalamnya. 

Aku nggak ingin tersesat lagi. Mungkin kehidupan ini seperti labirin. Sepunya-punyanya impian, kita tetap tak pernah tahu apa yang akan kita temui di setiap persimpangan di depan sana. Kita juga nggak pernah tahu mungkin suatu waktu Sang Pencipta kehidupan ini bisa saja memutuskan untuk menarik kita secara tiba-tiba keluar dari labirin kehidupan ini. Lalu dengan mindset seperti ini, aku yang tadinya mungkin 90% waktuku bernapas dihabiskan untuk memikirkan dunia, aku ingin menjadi apa, aku ingin melakukan projek apa lagi, aku ingin kemana, dan lain sebagainya. Lama-lama aku lelah dengan keinginan yang tak mendasar atau sifatnya sangat duniawi ini. Melakukannya hanya for the sake of myself. Kurang lebih setahun aku mulai perjalanan spiritualku. Bukan apa-apa, itu hanya sebuah perjalanan untuk mengenal apa yang pantas aku yakini. Jadi singkatnya sekarang aku sudah kembali menata hidupku. Aku yang merindukan diriku yang dahulu bersama hobi-hobiku yang menggemaskan (begitu aku menyebutnya kala aku melihat foto masa kecilku), kini aku sudah menemukannya kembali. 

Dan tepat hari ini, aku yang sedang dalam proses menunggu review naskah perdanaku yang ingin sekali aku terbitkan dan suatu hari memiliki pembaca setianya, yaitu naskah "Pasirku Dari Maluku". Selain menulis cerita, aku juga suka musik, maka impian lainku, aku ingin bisa memvisualisasikan naskah ini dalam bentuk lagu-lagu. Lalu aku tulis beberapa lirik. Jujur saja aku bukanlah seseorang dengan suara emas yang memukau, aku hanya bisa mengakui bahwa aku suka menyanyi. Dan jujur lagi, aku tidak bisa bermain musik, tapi aku bisa membuat suatu melodi untuk sebuah lirik. Jadi 2 hari yang lalu, aku mengirimkan email (butuh keberanian, karena aku cukup takut akan penolakkan), ke seseorang yang hanya aku kenal lewat sebuah buku dan Youtube. Dia adalah Paulus Andreas Partohap, akrab disapa Kak Paul, seorang musisi yang humble. Yep buat kalian yang tahu Gita Savitri Devi, seorang content creator yang sangat terkenal di dunia per-Youtube-an, pasti kalian juga tahu Kak Paul. Untuk kirim email ke Kak Paul, aku mikirnya berkali-kali. "Pantes nggak ya gue kirim email ke dia buat ngajak kolaborasi? Yaelah, gue siapa sih berani-berani ngajak kolaborasi seorang Youtuber yang subscribe-nya udah puluh ribuan? Gue yang notabennya cuma punya modal keberanian, kesukaan, dan cinta akan seni." Tapi akhirnya setelah bergumul dengan keraguanku dan berkali-kali aku bicara sama Tuhan dalam sholat-ku bahwa I do really want to do a right thing, at least once now. Karena aku yakin, another right things will follow after a right thing succeed to happen. (bisa jadi quotes nih kayaknya :'D written by Renita Tyas yak!) dan, gue sent email itu. 

Nggak disangka, hari ini pagi-pagi gue bangun ngecheck hp, dan gue coba buka email, dann...... 

Cukup sekian untuk postingan blog ini :) Aku pasti akan update lagi kelanjutannya. Yang jelas, seandainya Kak Paul baca blog gue suatu hari nanti, gue cuma mau bilang this is my first experience talking directly even cuma by email sama seseorang yang gue cukup admire, mulai dari ceritanya melalui cerita Kak Gita di buku Rentang Kisah sampai gaya musik dia yang gue banget. Gue nggak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi yang jelas, kalau ini adalah sesuatu yang baik yang bisa gue lakukan, lillahi ta'ala, gue akan terus melakukannya sampai ini benar-benar menjadi sesuatu yang bisa menginspirasi banyak orang. Thank you kak Paul for this great chance. Bismillah yaa... 

P.s: buat kalian yang penasaran sama cerita Pasirku Dari Maluku, hingga bukunya terbit nanti, kalian bisa akses cerita draft-nya di Wattpad. Kalian cuma perlu sign up (bagi yang belum punya akun-nya) atau login pakai akun kalian, lalu follow @renitatyas nanti kalian bakal temuin 1 story aku di situ berjudul Pasirku Dari Maluku. Vote dan comment-nya jangan lupa sebagai bentuk dukungan kalian untuk naskahku. Thank so much guys!! I'll see you around. 


No comments:

Post a Comment